Dunia itu tak terbatas. Kita yang membatasi. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi setiap manusia berhak untuk mencoba.
– Septian NugrahaSaat Tuhan belum mengizinkan kita untuk mencintai seseorang, sadari bahwa Dia telah lama mengizinkan orang lain untuk selalu mencintai kita
– Septian Nugraha“Seandainya Aku bisa Terbang”
Lagi suka sekali sama lagu Kahitna yang ini, “Seandainya Aku Bisa Terbang”
“Oh, jauh sekali rumahmu
Kangen rindu semua ada, selalu ada
Untukmu kekasih
Kukayuh sepeda kumbangku
Kuberhayal andai dapat
Mengantarkanku sampai ke rumahmu
Ku ingin menikmati sepenggal malam ini
Ku tak tahu ada kah daya ku
Seandainya aku bisa terbang
Kan ku jelang engkau kekasih
Seandainya aku bisa terbang
Kan ku gapai engkau kekasih
Dan ku peluk engkau sungguh
Untuk selamanya”
We Vs. Weather (?)
Cuaca ‘banyak tingkah’ ?
Indonesia!! Prookk … Prookk…Prookk… Prookk!!!
Ya! Negara kita tercinta ini berada di jalur garis Khatulistiwa. Jadi kita adalah negara kepulauan yang Tropis. So, jatah musim yang kita dapet adalah Musim Hujan & Musim Kemarau. Kita juga kan tahu kalau cuaca itu berganti (normal) per 6 bulan sekali, kedua musim itu bergantian. Tapi makin ke sini cuaca makin unpredictable aja yah. Dulu yang semula cuaca bisa diprediksi sekarang udah sulit banget. Waktunya serasa ngacak. Dan ngga beraturan. Dulu yang kemaraunya biasa, sekarang udah makin panas. Yang biasanya curah hujan normal, sekarang cenderung badai.
Nah, kenapa sih bisa kaya gitu?
Yang nulis sih tidak akan menyikapinya secara ilmiah. Tapi ya kita ini sekedar ngobrol-ngobrol secara umum aja yah. Lanjut! Yah kenapa bisa gitu coba? Yap!Pasti jawaban kita sama, ya karena kita-kita juga sebagai MANUSIA/HUMAN, mahkluk penghuni bumi yang paling berakal di banding makhluk-makhluk lain yang menempati bumi kita tercinta. Mulai dari emisi, CFC, gas metan dan semacamnya lah. Tapi kenapa ya, ngga di mana, entah itu secara langsung atau apalagi di jejaring sosial kita itu sering banget berucap,
“Duh, kenapa sih mesti hujan sekarang ?!! Udah tau gue mau pergi !!”
“Ah, sialan nih ujan, gue jadi ga bisa kemana-mana!!”
“Panassss gilaaaa! Udah kaya apa aja nih. Sial! ”
Loh? Kita yang berbuat mengapa kita yang bawel? Mungkin secara personal masing-masing ya tidak ada masalah sih, “Mulut-mulut gue ini yang ngomong!”. Tapi inget, panas dan hujan itu anugerah loh! Anugerah Sang Pencipta. Terbayang, jika kita diberi panas sepanjang hidup, kering men!! Kalau diberi hujan terus-menerus bakal kelabakan deh, pasti !! Alhamdulillah, panas di negara kita tidak sama seperti panas negara-negara di Afrika sana. Alhamdulillah, dingin yang di negara kita tidak separah dingin yang pernah melanda negara-negara Eropa bebrapa waktu yang lalu. Karena memang semuanya sudah ada yang mengatur. Sepertinya kita itu lagi-lagi kurang bersyukur atas apa yang telah terjadi. Mengeluh mungkin akan memperburuk keadaan kamu.
Ya kalau kamu ngga bisa pergi kemana-mana karena panas atau hujan, ya memang kamu belum diperkenanan untuk pergi keluar. Atau mungkin kamu sudah bisa mengantisipasinya dengan membawa payung atau jas hujan. Tapi kan kita itu kelihatannya selalu apa-apa protes, apa-apa ngga terima. Kalau Bumi ini bisa bicara, mungkin dia yang akan memprotes kamu pertama kali. Untuk semua yang telah kita lakukan padanya. Makanya hati-hati loh sama ucapan kamu. Karena sekalinya Tuhan udah marah, ya habislah. Tapi, sebagai makhluk yang baik pasti tahu lah bagaimana menyikapinya. Ngga harus berucap yang kurang tepat. Ya namanya juga manusia. Tapi manusia juga harus yang bijak. Apapun pasti ada hikmhanya kok, InsyaAllah !!
Cuaca itu anugerah. .
Yeaaaahhh!!

*ditulis ketika hujan rintik, romantis. Menunggu abang penjual bakso.
When fatigue strikes, when routines are no longer ignored. I really love this place. I screamed, I ran, I was cycling and I’m happy because I was with people who I love.


